Gelar PKM, Dosen dan Mahasiswa STIKes Raflesia Lahirkan Kader “Ners Junior” untuk Optimalkan UKS

copy of img 4494 (1)

DEPOK – Tim dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Raflesia Depok sukses meluncurkan program “Ners Junior” sebagai upaya nyata mengoptimalkan fungsi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kehadiran kader baru ini digagas melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Kegiatan yang mengangkat judul “Penguatan Program UKS Melalui Pembentukan Struktur Organisasi dan Pemberdayaan Ners Junior di Sekolah Dasar Islam Terpadu Raflesia Depok” ini berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026 di Aula dan Ruang Perpustakaan SDIT Raflesia Depok, Cimanggis.

Pembentukan Kader “Ners Junior” sebagai Inovasi UKS

copy of img 0566

Program ini digerakkan oleh tim dosen STIKes Raflesia yang terdiri dari IGA Purnama Wulan, S.Kp., M.M., Ns. Priharyanti Wulandari, M.Kep., Sp.Kep.Mat., Ns. Desi Afriyanti, M.Kep., Ns. Masdiana, M.Kep., dan Ns. Dina Nurdiana, MSc. Tim dosen juga secara aktif melibatkan mahasiswa program studi sarjana keperawatan semester 7 dalam memfasilitasi jalannya pembentukan kader ini.

Latar belakang pembentukan kader “Ners Junior” ini didasarkan pada kebutuhan sistem kesehatan sekolah yang paripurna. Selama ini, SDIT Raflesia baru memiliki kader Dokter Cilik. Oleh karena itu, tim PKM membentuk wadah baru bernama “Ners Junior” sebagai mitra strategis Dokter Cilik untuk mendorong kolaborasi interprofesi kesehatan sejak dini di lingkungan sekolah.

Sasaran utama dari program ini melibatkan 20 siswa-siswi kelas 4 dan 5 (terdiri dari 10 Dokter Cilik dan 10 Ners Junior terpilih), serta didampingi oleh 3 guru pembina UKS.

Rangkaian Edukasi dan Penyematan Pin “Ners Junior”

copy of img 0495

Edukasi dikemas secara interaktif, diawali dengan pemaparan materi mengenai manajemen UKS, syarat-syarat UKS yang ideal, serta struktur organisasi sekolah yang melibatkan Ners Junior. Siswa juga diperkenalkan dengan profesi keperawatan, mulai dari perbedaan peran antara perawat dan dokter, pengenalan tokoh-tokoh keperawatan dunia, hingga pembagian tugas spesifik antara Dokter Cilik dan Ners Junior di sekolah.

Sebagai bentuk pengukuhan komitmen, acara dilanjutkan dengan prosesi penyematan pin “Ners Junior” secara simbolis kepada siswa-siswi yang terpilih menjadi kader kesehatan di UKS SDIT Raflesia Depok.

Memasuki sesi praktis, para mahasiswa keperawatan semester 7 STIKes Raflesia memberikan demonstrasi langsung mengenai tata cara pelaksanaan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di sekolah. Di penghujung acara, tim PKM menyerahkan media edukasi berupa booklet dan poster kesehatan kepada pihak sekolah sebagai panduan berkelanjutan dalam pengelolaan UKS.

Menuju Indonesia Emas 2045

Melalui langkah ini, tim pengabdian masyarakat STIKes Raflesia berharap kader-kader Ners Junior yang telah dilahirkan mampu menjalankan perannya secara mandiri. Kehadiran mereka diharapkan menjadi agen perubahan (agent of change) bagi teman sebaya dalam meningkatkan kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Mengenalkan dan membentuk kader keperawatan sejak usia sekolah dasar merupakan investasi penting untuk mengoptimalkan kesehatan generasi muda demi mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045,” pungkas tim Humas STIKes Raflesia.

Sumber: WHO (2021) WHO guideline on school health services. Available at: https://www.who.int/publications/i/item/9789240029392 (Accessed: January 21, 2026).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top